Lukisan Tertua di Dunia

Lukisan Tertua di Dunia Ternyata Berada di Indonesia

Indonesia bukan hanya kaya budaya, tetapi juga menyimpan jejak paling awal kreativitas manusia. Penelitian arkeologi dua dekade terakhir menunjukkan bahwa lukisan tertua di dunia berada di gua-gua karst Sulawesi. Temuan ini mengubah peta sejarah seni prasejarah yang sebelumnya berpusat di Eropa.

Para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional bekerja sama dengan ilmuwan internasional membuktikan usia lukisan tersebut melalui metode penanggalan mineral yang menutupi pigmen gambar. Hasilnya dipublikasikan di jurnal ilmiah bereputasi dan dilaporkan luas oleh media sains dunia.

TL;DR
Lukisan tertua di dunia ditemukan di gua karst Sulawesi. Salah satunya menggambarkan babi hutan berusia sekitar 45.500 tahun di Leang Tedongnge. Temuan lain di Maros Pangkep menunjukkan adegan figuratif berusia sekitar 51.200 tahun. Penanggalan dilakukan dengan metode uranium series pada endapan kalsit di atas lukisan.

Di Mana Lokasi Lukisan Tertua di Dunia?

https://cdn.sci.news/images/enlarge8/image_9250_1e-Leang-Tedongnge-Painting.jpg
https://media.cnn.com/api/v1/images/stellar/prod/160523092631-cave-art-2.jpg?q=x_27%2Cy_0%2Ch_1095%2Cw_1945%2Cc_crop%2Fw_800
https://cdn.sci.news/images/enlarge12/image_13077e-Leang-Karampuang-Painting.jpg

Dua kawasan utama di Sulawesi menjadi pusat perhatian dunia arkeologi.

Leang Tedongnge, Sulawesi Selatan

Di sinilah ditemukan lukisan babi hutan endemik Sulawesi yang diperkirakan berusia setidaknya 45.500 tahun. Lukisan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature dan disebut sebagai salah satu seni figuratif tertua yang pernah ditemukan.

Menurut laporan Nature yang kemudian dirangkum oleh banyak media sains, pigmen merah oker masih jelas terlihat membentuk tubuh babi lengkap dengan detail kepala dan kaki.

Leang Karampuang, Maros Pangkep

Penelitian terbaru menunjukkan adanya adegan figuratif yang diperkirakan berusia sekitar 51.200 tahun. Lukisan ini menggambarkan beberapa figur manusia kecil berinteraksi dengan hewan, yang menandakan kemampuan naratif manusia prasejarah sudah berkembang sangat awal.

Penjelasan resmi dari peneliti dapat ditemukan pada rilis BRIN dan liputan sains internasional seperti Reuters yang menyoroti signifikansi global temuan ini.

Seperti Apa Bentuk Lukisannya?

Lukisan di Sulawesi tidak sekadar cap tangan atau garis abstrak.

Di Leang Tedongnge, terlihat jelas gambar babi dengan proporsi tubuh yang realistis. Ini termasuk kategori figuratif, artinya menggambarkan objek nyata yang dikenali.

Sementara di gua lain di kawasan Maros, ditemukan banyak hand stencil atau cap tangan yang dibuat dengan meniup pigmen ke dinding gua. Teknik ini menunjukkan kesadaran bentuk tubuh dan simbolisme.

Beberapa cap tangan di Sulawesi sebelumnya telah ditanggal hingga sekitar 39.900 tahun. Temuan baru memperlihatkan bahwa tradisi seni ini jauh lebih tua dari yang diduga.

Bagaimana Ilmuwan Menentukan Usianya?

Penentuan usia tidak dilakukan pada pigmen catnya, tetapi pada lapisan kalsit yang terbentuk di atas lukisan.

Metode ini dikenal sebagai uranium series dating. Ilmuwan mengukur peluruhan uranium menjadi thorium pada mineral tersebut. Karena mineral terbentuk setelah lukisan dibuat, usia mineral memberi batas minimal usia lukisan.

Metode ini dianggap lebih akurat dibanding radiokarbon untuk konteks gua batu kapur. Penjelasan teknisnya dijabarkan dalam publikasi ilmiah yang dirujuk oleh Nature dan dikutip oleh media seperti Reuters.

Mengapa Temuan Ini Mengubah Sejarah Seni Dunia?

Selama puluhan tahun, gua Lascaux di Prancis dan Altamira di Spanyol dianggap pusat seni tertua manusia. Usianya sekitar 30.000 sampai 40.000 tahun.

Temuan di Sulawesi membuktikan bahwa manusia di Asia Tenggara sudah membuat seni figuratif jauh sebelum itu. Artinya kemampuan simbolik dan imajinatif manusia berkembang lebih awal dan lebih luas secara geografis.

Menurut laporan Reuters tentang lukisan gua Sulawesi temuan ini memperkuat teori bahwa manusia modern membawa tradisi seni saat bermigrasi keluar dari Afrika, bukan mengembangkan seni hanya setelah tiba di Eropa.

Perbandingan Lukisan Prasejarah Tertua

LokasiPerkiraan UsiaJenis LukisanReferensi Penelitian
Leang Tedongnge, Sulawesi45.500 tahunBabi figuratifNature, BRIN
Leang Karampuang, Sulawesi51.200 tahunAdegan figuratifBRIN, Reuters
Maltravieso, Spanyol64.000 tahunCap tangan NeanderthalStudi Eropa
Lascaux, Prancis36.000 tahunHewan figuratifStudi klasik Eropa

Tabel ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di pusat diskusi terbaru tentang asal usul seni manusia.

Siapa Saja Penelitinya?

Riset ini melibatkan arkeolog Indonesia dari BRIN dan peneliti dari Griffith University di Australia. Kolaborasi ini sudah berlangsung lama dalam penelitian seni cadas Sulawesi.

Publikasi mereka di jurnal internasional membuat temuan ini mendapat verifikasi akademik yang kuat dan perhatian global.

Baca Juga : 12 Pilihan Makanan untuk Meredakan Asam Lambung

FAQ

  1. Apa lukisan tertua di dunia?
    Lukisan tertua di dunia yang diketahui saat ini berada di gua Sulawesi. Salah satunya adalah lukisan babi di Leang Tedongnge berusia sekitar 45.500 tahun berdasarkan penanggalan uranium series pada lapisan kalsit.
  2. Di mana lokasinya di Indonesia?
    Lukisan ini ditemukan di kawasan karst Maros Pangkep dan gua terpencil Leang Tedongnge di Sulawesi Selatan.
  3. Bagaimana cara menentukan usianya?
    Ilmuwan menggunakan uranium series dating pada mineral kalsit yang menutupi lukisan. Metode ini memberi batas minimal usia lukisan.
  4. Apa yang digambarkan dalam lukisan tersebut?
    Gambar babi hutan endemik Sulawesi, figur manusia kecil, serta banyak cap tangan yang dibuat dengan teknik semprot pigmen.
  5. Mengapa temuan ini penting bagi sejarah manusia?
    Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan seni dan simbolik manusia sudah berkembang sangat awal di Asia Tenggara, bukan hanya di Eropa.
  6. Siapa yang melakukan penelitiannya?
    Penelitian dilakukan oleh BRIN bersama Griffith University dan dipublikasikan di jurnal Nature serta dilaporkan oleh Reuters.
  7. Apakah lukisan ini bisa dikunjungi umum?
    Sebagian besar gua berada di lokasi terpencil dan dilindungi untuk konservasi, sehingga akses publik sangat terbatas.